Sabtu, 11 April 2020

cara membuat pemenggalan Paragraf

Fisika merupakan ilmu tentang alam dalam makna yang terluas. Fisika mempelajari gejala alam yang tidak hidup atau materi dalam lingkup ruang dan waktu (Prasetyo, Wahyana, Mundilarto, Subiakto & Abdullah. 2004:4.3).

Pembelajaran fisika di SMA/MA terdapat dua hal yang berkaitan dengan fisika yang tidak terpisahkan, yaitu fisika sebagai produk (berupa fakta, konsep, prinsip, hukum, dan teori) dan fisika sebagai proses (kerja ilmiah). Pelajaran fisika adalah pelajaran yang mengajarkan berbagai pengetahuan yang dapat mengembangkan daya nalar, analisa sehingga hampir semua persoalan yang berkaitan dengan alam dapat di mengerti (Sinulingga & Munte, 2012:2).

Hasil observasi di sekolah SMAN 2 Labuapi, terdapat beberapa masalah yang muncul diantaranya, pelajaran fisika kebanyakan disuguhkan dalam bentuk persamaan matematis, sehingga pemahaman konsep dalam pembelajaran fisika peserta didik kurang, dan menyebabkan hasil belajar pun rendah, hal ini disebabkan kurang bervariasinya guru dalam memilih model pembelajaran yang didominasi oleh pembelajaran konvensional. Pembelajaran konvensional ini menggunakan metode ceramah dan guru langsung memberikan latihan soal pada peserta didik, di mana pembelajaran berpusat pada guru (teacher center) dan peserta didik menjadi pasif dan kurang interaktif dalam proses belajar mengajar.


Masalah selanjutnya adalah kurangnya perhatian guru terhadap pengetahuan awal yang dimiliki oleh peserta didik. Muammar, Harjono dan Gunawan (2015:167), Pengetahuan awal (prior knowledge) merupakan salah satu karakteristik peserta didik. Keberagaman latar belakang dan pengalaman menyebabkan pengetahuan awal masing-masing tidaklah sama. Pengetahuan awal yang didapatkan peserta didik sebelum pembelajaran mempengaruhi proses belajar secara signifikan. Pernyataan ini didukung oleh Rahmatiah, Koes & Kusairi. (2016:47) mengatakan bahwa pengetahuan awal peserta didik berperan penting dalam belajar karena menunjang kemudahan peserta didik dalam menerima dan memahami suatu materi atau konsep baru dalam pembelajaran. pengetahuan awal perlu digali oleh guru guna memunculkan pengetahuan yang dibentuk oleh peserta didik agar struktur kognitifnya tertata dengan baik.

Upaya mengatasi permasalahan pembelajaran tersebut diperlukan suatu inovasi model pembelajaran. Salah satu model pembelajaran menurut peneliti yang memberikan peluang peserta didik dalam mengatasi pengetahuan awal untuk dapat memahami konsep fisika dan meningkatkan hasil belajar adalah model pembelajaran advance organizer. Harjono (2012:14) mengatakan bahwa advance organizer merupakan cara yang paling efisien untuk menghubungkan materi baru dengan konsep yang sesuai dengan struktur kognitif. Bulkis, Talwil & Azis (2014:315) juga mengatakan bahwa advance organizer dirancang untuk memperkuat pengetahuan awal peserta didik tentang pelajaran tertentu dan bagaimana mengelola, memperjelas dan memelihara pengetahuan awal tersebut dengan baik sehingga mampu menolong peserta didik mengingat kembali yang telah dipelajari dan memindahkan pengetahuan (struktur kognitif) tersebut ke materi yang baru agar menuju pembelajaran bermakna, dengan demikian peserta didik akan mudah memahami pelajaran dan akan meningkatkan kemampuan berpikirnya dengan baik.

Kualitas suatu proses pembelajaran, selain dipengaruhi oleh model pembelajaran juga dipengaruhi oleh media pembelajaran. Diperlukan media pembelajaran yang dapat merangsang pikiran, perasaan dan perhatian dari peserta didik pada saat proses belajar mengajar berlangsung. Salah satu media pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan penalaran dan perhatian peserta didik, dapat dilatih dengan meningkatkan daya visualisasi dengan menggunakan video pembelajaran fisika. Video pembelajaran dapat membuat belajar fisika lebih menarik, interaktif dan komunikasi yang lebih menekankan pada proses pembentukan pengetahuan secara aktif, serta mampu mempertahankan perhatian peserta didik selama proses belajar (Resta, 2013:18).

Video merupakan salah satu jenis media pembelajaran yang menggunakan gambar, suara, dan beberapa animasi sebagai ilustrasi kejadian dari materi yang dipelajari, dengan harapan produk (pengembangan media video) ini dapat memberikan gambaran nyata tentang apa yang dipelajari oleh peserta didik (Rozie, 2013:414). Gunawan (2015:90-91) juga berpendapat bahwa video pembelajaran dapat digunakan membimbing peserta didik untuk memahami sebuah materi melalui visualisasi.

Model pembelajaran advance organizer menekankan pada aspek pengorganisasian pengetahuan awal yang bertujuan memperkuat struktur kognitif peserta didik, sedangkan video pembelajaran dapat membuat belajar lebih menarik dan interaktif. Model pembelajaran advance organizer disajikan dalam bentuk video pembelajaran dapat menarik perhatian peserta didik untuk lebih fokus dalam belajar, sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai dengan efektif. Perpaduan dari model pembelajaran advance organizer dengan video pembelajaran diharapkan mampu memberikan pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar fisika peserta didik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar